RENCANA ANGGARAN BIAYA adalah cara untuk menentukan perencanaan harga sebuah bangunan yang akan dikerjakan kontuktor dan biasanya direncanakan oleh ahli gambar atau juru gambar. Dalam membuat rencana anggaran harus diperlukan ketelitian karena apabila salah akan merugikan salah satu pihak namun hal ini jarang terjadi terkecuali disengaja oleh pihak yang ingin mendapat keuntungan
Rencana anggaran biaya yang kami pelajari di sekolah adalah menghitung sebuah rumah sederhana namun itulah yang akan menjadi modal kami selanjutnya
Biaya Desain adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh
konsumen dalam jumlah tertentu yang telah disepakati sebagai imbalan
atas jasa yang dilakukan oleh arsitek/perencana untuk membuat desain
rumah atau bangunan arsitektur.
Penentuan besarnya biaya desain biasanya ditentukan oleh dua hal, yaitu :
Jika arsitek hanya membuat desain, maka besarnya fee desain = 5% sampai dengan 8% dari Total Biaya Produksi Bangunan (Negotiable, tergantung detail dan tingkat kesulitan bangunan).
Contoh : Konsumen menginginkan desain rumah dengan
luas bangunan 120 m2, diketahui biaya produksi bangunan (akan dibahas
setelah ini) adalah sebesar 3.000.000/m2 , maka besar nya fee arsitek sebesar : 8% x (120 x 3.000.000) atau : (8 x 120 x 3.000.000)/100 = 28.800.000
Jika arsitek membuat desain sekaligus melakukan
supervisi (melakukan pengawasan) atas pelaksanaan dan produksi bangunan
tersebut, maka besarnya fee pengawasan/supervisi adalah sebesar
+/- 2,5% dari Biaya Produksi Bangunan, atau bisa juga ditentukan
sejumlah harga tertentu, misalnya: IDR 350.000 setiap kali kunjungan ke
lokasi proyek.
Biaya Produksi Bangunan
Biaya produksi bangunan adalah sejumlah dana yang
dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli dan membayar upah atas pekerja,
pemborong/kontraktor, material, pajak (ppn) dan biaya-biaya lainnya.
Biaya produksi bangunan ini jika ditaksir besarnya
berkisar antara : 3.000.000 sampai dengan 5.000.000 per meter persegi
luas bangunan yang akan dibuat, tergantung dari jenis, detail, dan
tingkat kerumitan bangunan yang akan dibuat (sederhana, sedang, dan
mewah).
Contoh : Anda akan membangun rumah seluas 120 m2 ,
maka besarnya biaya yang harus anda keluarkan untuk merealisasikan
bangunan tersebut (membayar upah kerja, material, dsb) adalah sebesar :
120 m2 x 3.000.000 = 360.000.000. Harga tersebut belum termasuk fee kontraktor/pemborong (sebesar 10% dari Biaya produksi) , dan pajak (ppn).
Untuk mereduksi besarnya biaya yang harus anda keluarkan, anda bisa saja mengeliminasi fee kontraktor dengan cara melaksanakan sendiri rancangan bangunan yang telah didesain.
Contoh perhitungan ini dibuat berdasarkan asumsi
bahwa anda telah memiliki lahan/tanah yang siap untuk digunakan, dan
jenis/detail bangunan kategori middle end .
Mungkin beberapa dari anda bertanya, bagaimana detail perhitungan atau estimasi dari biaya produksi bangunan itu?
Detail estimasi dari biaya produksi itu nantinya akan
dijabarkan lebih lanjut dalam perhitungan Analisa Harga Satuan (upah
pekerja, material, alat, kontraktor/pemborong, dsb).
Hasil dari perhitungan Analisa Harga Satuan tersebut
nantinya merupakan komponen-komponen biaya yang direkap/dijumlahkan
dalam Rencana Anggaran dan Biaya.
Sekarang anda mungkin dapat menebak kira-kira berapa besar keuntungan yang didapatkan oleh developer real estate
untuk 1 unit rumah yang dijual kepada pembeli. Atau bisa dibalik,
berapa duit pembeli yang hilang akibat ketidak pahaman pembeli menaksir
biaya rumah yang akan dibeli.
Tapi saya tidak menganjurkan anda untuk memprotes developer-developer tersebut. Karena walau bagaimanapun, developer juga menjalankan usaha, dan real estate/perumahan adalah bagian dari sebuah bisnis. Dan bisnis tentunya haruslah profit, anggap saja harga perumahan tersebut sebagai reward dari usaha developer untuk mencapai break event point atas modal atau modal yang telah mereka keluarkan (Saya tertawa ketika menulis bagian ini, seolah-olah saya ini seorang economist
)
Sebelum anda memutuskan untuk membangun rumah impain
anda, saya sarankan anda berkonsultasi dahulu kepada arsitek yang anda
percaya, anda tidak perlu khawatir akan dikenakan biaya, karena dalam
hal konsultasi biasanya tidak dikenakan biaya apapaun.
Dari tulisan diatas bisa disimpulkan, ternyata biaya
yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa arsitek sebenarnya tidak
terlalu besar, sehingga anda sebagai calon konsumen tidak perlu takut
untuk berhubungan dengan para professional yang berkompeten untuk mendesain rumah impian anda.
Penjelasan/perencanaan secara lengkap tentang biaya desain arsitektur, contoh desain, denah/layout
dan tampak bangunan, biaya produksi, analisa harga satuan, dan RAB
(Rencana Anggaran dan Biaya) dapat anda lihat pada artikel yang akan
saya posting berikutnya.. So, keep your interest with this site…
Artikel lain yang terkait adalah : Perhitungan Volume Pekerjaan, Analisa Harga Satuan, RAB (Rencana Anggaran dan Biaya), membangun dan merenovasi rumah ala desainer.
Tags: ‘Biaya
Desain Arsitektur’ ‘Fee Desain Arsitektur’ ‘Biaya Pembangunan Rumah’
‘Biaya Pelaksanaan dan Pembangunan Rumah’ ‘Biaya Produksi Bangunan’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar